Ananda, pejamkanlah matamu, lalu heninglah sejenak. Dengarkan berbagai bunyi di sekitarmu. Lalu bayangkan jika saat mata terpejam, tidak ada satupun bunyi yang kamu dengar. Sekeliling kamu sunyi senyap tanpa suara. Bagaimanakah perasaanmu?

Jika gelombang getaran udara itu tidak sampai ke telinga, maka bunyi tidak akan terdengar. Hal tersebut terjadi karena jarak sumber bunyi terlalu jauh, sehingga gelombang getaran udaranya tidak mampu menggetarkan gendang telinga.

Ananda, selain kaya akan budaya, tarian, dan makanan khas daerah, Indonesia juga kaya akan jenis alat musik. Setiap alat musik yang dimiliki oleh berbagai suku di Indonesia berbeda-beda cara memainkannya. Kecapi yang berasal dari Jawa Barat dimainkan dengan cara dipetik. Angklung yang berasal dari Jawa Barat dimainkan dengan cara digoyangkan. Saluang yang berasal dari Sumatra Barat dimainkan dengan cara ditiup. Kendang yang berasal dari Jawa barat dan Tifa dari Papua dimainkan dengan cara dipukul.

Nah, Ananda… Kalian sudah mengetahui bahwa alat musik tradisional tersebut dapat dibunyikan dengan cara dipukul, ditiup, digoyang, dipetik, digesek, dan sebagainya.

Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan kita indra pendengar. Melalui indra ini, kita dapat mendengar dan menikmati hasil karya seni budaya yang beragam. Ayo kita cari tahu lebih lanjut tentang hal tersebut.

Ananda, ketika kita membunyikan sebuah alat musik, timbullah getaran udara dalam ruang alat musik dan di sekitarnya. Getaran udara itulah yang menghasilkan bunyi. Jadi, semua benda yang bergetar atau digetarkan dapat menimbulkan bunyi. Benda yang menimbulkan bunyi disebut sumber bunyi.

Bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair, dan gas. Akan tetapi, bunyi tidak dapat merambat pada ruang hampa. Fakta-fakta Perambatan Bunyi dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut

  • Bunyi merambat melalui media udara : semua suara yang terdengar: saat bercakap-cakap, dan suara bergema di sekitar kita.
  • Bunyi merambat melalui zat cair : suara lumba-lumba yang tertangkap radar kapal selam.
  • Bunyi merambat melalui benda padat: saat menempelkan telinga di rel kereta api, maka suara roda kereta api yang masih berjarak belasan kilometer akan terdengar dengan cukup jelas.

Sifat Bunyi Merambat

Bunyi merupakan gelombang yang perambatan arahnya sejajar dengan arah getarnya. Bunyi dapat terdengar jika memenuhi syarat , yaitu : 1. ada sumber bunyi, 2. ada media penghantar, 3. ada pendengar.

Bunyi yang berasal dari sumber bunyi sampai kepada pendengar dengan cara merambat. Bunyi dapat merambat melalui media perantara: udara, zat cair, dan benda padat. Bunyi tidak dapat merambat tanpa adanya media perantara. Bunyi yang merambat melalui benda padat dan zat cair akan terdengar lebih jelas dibandingkan bunyi yang merambat melalui udara.

Ananda, untuk lebih memahami tentang bunyi dan hubungannya dengan indra pendengaran, kalian pelajari materi di bawah ini dengan baik.

Ananda, sekarang kalian sudah mengetahui bahwa bunyi merambat melalui zat/ benda perantara. Untuk memahami hal ini, aku akan melakukan kegiatan berikut (klik tombol di bawah ini!)